Julia Syuting di Bali Selama Satu Bulan
Julia akan mengambil lokasi syuting di wilayah-wilayah seperti Ubud, Gianyar, dan Jimbaran
Rabu, 14 Oktober 2009, 20:25 WIB
Amril Amarullah
Julia Roberts (AP Photo/Eric Risberg)

VIVAnews -- Pulau Bali menjadi akhir cerita film yang diambil dari buku best seller dengan judul Eat, Pray and Love karangan Elizabeth Gilbert yang diperankan Julia Roberts. Terhitung izin syuting yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali, Julia syuting mulai 16 Oktober 2009, atau satu bulan penuh.

Adapun Julia akan mengambil lokasi syuting di wilayah-wilayah seperti Ubud, Gianyar, dan Jimbaran. Cerita film Julia menggambarkan perubahan perilaku masyarakat Bali karena adanya pengaruh pariwisata sehingga ada unsur materialistisnya.

Karena itulah, diperlukan satu sosok orang asli Bali yang akan memerankan film tersebut, yakni tokoh bernama Ketut Liyer, yang dikenal jujur, sabar, ramah dan lugu.

Namun sekarang, sikap lugu itu sudah pudar karena setiap kali melihat orang lain bahkan wisatawan berharap akan datang rezeki atau obyekan. 

Mengenai siapa orang yang akan memerankan tokoh tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Ida Bagus Sedawa saat dihubungi VIVAnews, menyatakan belum tahu persis apakah tokoh yang selama ini dicari sudah berhasil didapatkan atau belum.

Tokoh bernama Ketut Liyer, imbuh Sedawa, sangat sulit ditemukan. Syaratnya wajahnya tua dengan gigi agak ompong dan sedikit dapat berbahasa Inggris.

"Saya sudah sodorkan kepala UPT Art Center kepada produser di Indonesia hanya saja menurut mereka wajahnya terlalu muda. Kalau sedikit bisa bahasa Inggris, kepala UPT saya malah guru bahasa Inggris," tuturnya.

Sedawa mengaku juga telah membaca buku dan ringkasan maupun saat tim film presentasi, dirinya yang memimpin langsung. "Film ini bagus," ujar dia.

Tokoh Ketut Liyer sendiri sebenarnya masih ada hingga sekarang. Justru dialog utama dan cukup panjang adalah adegan antara Julia Roberts dengan Liyer. Berkat Liyer lah, Julia yang memerankan tokoh Elizabeth ini mengajarkan bagaimana memaknai dan memberikan filosofi tentang hidup.

Jika di negara sebelumnya tak menemukan apa yang dicari maka ketika tiba di Bali, dia mendapatkan cinta kasih yang selama ini dicari. Tak hanya pesan love saja, Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga berharap endingnya tak hanya mencantumkan kata love saja melainkan ada tambahan peace yaitu damai sehingga untuk menyatukannya menjadi love and peace.

"Pesan Gubernur supaya ada pesan damai sehingga wisatawan yang datang ke Bali mendapatkan kedamaian lahir batin," ujarnya.

Laporan: Wima Saraswati | Bali

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.