"Orang meninggal itu dengan 70 tusukan, jangan disiksa lagi dengan dipotong rambutnya."
|
|
Jasad Mbah Surip di kediaman Mamiek Prakoso (VIVAnews/Sandy Alam Mahaputra) |
|
Sehari Bersama Mbah Surip
|
| |
|
VIVAnews - Rambut gimbal Mbah Surip bakal setia 'mendampingi' penembang Tak Gendong ini hingga ke liang lahat. Rambut gimbal itu tidak dipotong hingga jasad mendiang Mbah Surip dikafani.
Ahmad Muchsin, petugas yang memandikan jenazah Mbah Surip, menuturkan, dalam agama Islam tidak masalah rambut orang yang sudah meninggal tidak dipotong. Apalagi tidak ada permintaan khusus dari pihak keluarga agar rambut Mbah Surip dipotong.
"Kalau ada permintaan dari keluarga akan kita potong. Orang meninggal itu dengan 70 tusukan, jangan disiksa lagi dengan dipotong rambutnya," kata Muchsin.
Mbah Surip menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa 4 Agustus 2009. Ia sempat menderita diare. Namun pagi hari ia masih sarapan semangkuk bubur yang dimakannya dengan lahap. Akan tetapi usai menyantap bubur, dari mulutnya mengeluarkan air liur yang sangat banyak.
Saat itu Mbah Surip sedang menginap di rumah pelawak Mamiek Prakosa. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pusdikkes, Jakarta Timur. Namun sayang nyawanya tidak tertolong.
• VIVAnews