Sayang album yang dirilis tahun 1989 itu kurang laku. Salah satu lagunya kini jadi hit.
|
|
Halaman penggemar Mbah Surip di Facebook (facebook.com) |
|
|
|
VIVAnews - Kenangan demi kenangan terbayang di benak orang-orang yang pernah mengenal dekat sosok Mbah Surip. Nyaris semua berkata sama, sederhana.
Andrea Yahya, orang yang pernah mempopulerkan Mbah Surip lewat lagu Ijo Royo-royo, kepada wartawan di kediaman pelawak Mamiek Prakosa, Selasa 4 Agustus 2009, mengaku kenal Mbah Surip sejak 1989.
Mbah Surip itu punya keahlian luar biasa. Semua asli, tanpa pamrih. Saya kenak sejak 1989. Saya kenal dari Mbak Evie Tamala," kata Andre.
Saat itu Andre sempat mendengarkan lagu-lagu Mbah Surip yang menurutnya bagus dan berkualitas walau liriknya sangat sederhana. Sebagai produser ia mengaku tertarik membuatkan album untuk penyanyi berambut gimbal ini.
"Produser-produser lain itu tidak lihat lagunya, tapi saya lihat dia punya sesuatu yang luar biasa. Pada 1989 saya tawari, bagaimana kalau lagu Mbah Surip kita buatkan album. Ketika saya bicara itu, Mbah Surip nangis," tutur Andre.
Andre pun langsung memproduksi album Mbah Surip. Album tersebut berisi tujuh lagu, di antaranya lagu Ijo Royo-royo dan Bangun Tidur.
"Mbah Surip pernah cerita, Ijo Royo-royo itu artinya, bahwa kehidupan manusia itu harus hijau. Saya buatkan kaset itu sampai saya utang. Karena menurut saya lagunya bagus, tapi album itu kurang laku," ujar dia.
Untuk lagu Bangun Tidur, kata dia, sebetulnya lagu aslinya tidak seperti yang terkenal saat ini. Saat itu syairnya berbunyi: Bangun tidur, langsung ngopi. Itu kita ganti jadi seperti sekarang ini. Tapi setelah lagu Tak Gendong populer, saya nggak pernah ketemu dia lagi. Kita juga kaget," kata Andre.
• VIVAnews