|
VIVAnews - Maudy Koesnaedi, memulai debut baru sebagai produser teater Nyai Dasima, sebuah sandiwara musikal dari tanah Betawi.
Kepada pembaca VIVAnews, pemeran Zaenab dalam serial Si Doel Anak Sekolahan ini membuka lebar pintu pertanyaan terkait debut baru dan perjalanan karirnya.
Cukup banyak pembaca yang mengirim pertanyaan melalui email khusus Maudy, namun ada beberapa yang dipilih untuk dijawab. Sebagian pertanyaan dikirimkan dengan bahasa Perancis dan Inggris.
Maudy meminta maaf jika ada email yang tidak bisa dibacakan dan dijawab.
Berikut petikan wawancara antara pembaca VIVAnews dengan Maudy Koesnadi, yang dibacakan dan dijawab langsung oleh pemenang Abang None Jakarta tahun 1993 ini.
Pembaca, Sukmono Rihawanto
Bagaimana komentar Anda seputar reputasi pekerjaan yang selalu berkaitan dengan gosip?
Sebenarnya kalau gosip kan diberitakan secara buruk. Tetapi kalau berita kan semua orang butuh berita, artis butuh berita buat pekerjaannya dan sebaliknya. Tetapi sebaiknya ada batasan-batasan pribadi.
Pendapat Maudy mengenai karakter presiden yang berikutnya?
Saya berharap presiden yang terpilih nanti sangat mengayomi masyarakat di tengah persoalan yang sangat berat dan presiden yang punya kasih sayang dengan rakyatnya.
Dan untuk urusan politik, ekonomi kalau memang menteri dan pejabat yang terpilih mengerjakan tugas yang diberikan sebaik-baiknya.
Siapapun yang menjabat presiden pasti negara ini akan berjalan baik karena tidak mungkin menyerahkan beribu persoalan negara ini hanya pada satu orang saja.
Apakah ada masalah dalam pernikahan, bagaimana mengatasinya?
Dalam pernikahan pasti selalu ada masalahnya dan menurut saya masalah yang ada dalam pernikahan saya adalah masalah yang umum. Dan sejauh ini alhamdulliah, masalahnya masih level satu deh, bukan masalah yang berat.
Karena saya punya suami yang sangat penuh pengertian, sangat penyabar, sangat terbuka dan memberikan kesempatan untuk saya.
Mungkin karena suami saya bekerja dalam bidang telekomunikasi jadi komunikasi kami sangat baik. Jadi kalau ada masalah kita ngobrol untuk saling tahu maunya apa.
Pembaca, Eko Andi K
Kok sudah lama nggak muncul di sinetron ? Sekarang lagi sibuk apa?
Terakhir di sinetron itu tiga tahun lalu dan panik banget karena syutingnya kejar tayang.
Dulu waktu saya masih aktif syuting itu, durasi untuk 60 menit syuting lima hari, dan tiga tahun lalu itu, durasi untuk dua jam, syuting harus selesai tiga hari.
Jadi bayangin, udah nggak pulang-pulang dan gak tidur-tidur, dan nggak sehat banget buat saya.
Sekarang si sibuk untuk presenter, masih ada beberapa program untuk televisi, spoke person untuk "Kerastase Treatment", duta "Rumah Cantik Citra", masih juga beberpa iklan.
Dan yang paling banyak menyita waktu dan tenaga, saya sedang mempersiapkan sandiwara musikal "Cinta Dasima".
Nah, "Cinta Dasima" ini, pagelarannya besok hari Sabtu dan Minggu di Gedung Kesenian Jakarta. Kalau bisa nonton ya.
Apa nggak muncul di sinetron karena tidak diizinkan suami?
Nggak, suami saya mendukung penuh seluruh eksistensi saya di bidang pekerjaan ini.
Dan setiap saya mengambil pekerjaan saya selalu kulonuwun dulu sama suami saya, minta izin.
Kalau dapat izin kerja, kalau gak dapet izin ya gak papa, menurut sama suami.
Pembaca, Mayor Anam.
Apakah Maudy terpikir untuk terjun ke kancah politik?
Tidak untuk politik, pusing nggak ngerti, nggak tahu mesti gimana, saya cukup senang melihat politikus Indonesia aja. Dan kalau untuk terjun kayaknya nggak mampu, belum punya pengalaman juga untuk itu.
Pembaca, Wiki W.
Kapan pulang ke Kuningan lagi? Bisa ceritakan bagaimana perjuangan wanita asal Kuningan bisa sukses seperti sekarang ?
Sebetulnya sebelum sibuk jadi produser ini, saya pulang ku ke Kuningan. Sempat syuting di objek wisatanya, Waduk Darma, Grage, aduh enak deh.
Nanti pulang lagi ke Kuningan rencananya awal Juni karena akan ada acara bersama Pemda dan tokoh agama Islam.
Memang saya berasal dari Kuningan tetapi saya lahir dan besar di Jakarta. Jadi mungkin kesempatannya lebih terbuka luas.
Menurut saya semua wanita itu berhak punnya kesempata yang sama untuk berkarir sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya.
Tapi memang harusnya tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai perempuan. Dan sukses itu bukan selalu menjadi artis loh.
Pembaca, Kukuh Widodo
Ceritakan kesuksesan Anda di dunia hiburan?
Kesuksesan saya di dunia hiburan tidak lepas dari kesempatan yang diberikan Rano Karno, mengajak saya sebagai Zaenab di "Si Doel Anak Sekolahan 2" tahun 94.
Tidak punya gambaran sama sekali untuk bisa terjun ke dunia entertaiment tiba-tiba masuk ke si Doel yang ratingnya saat itu 68. Dan akhirnya, terbukalah pintu kesempatan untuk saya berkarir di bidang entertaiment ini.
Saya sangat bersyukur di beri kesempatan ini, padahal dulu inginnya menjadi wanita karir, bekerja di dunai advertising, pekerja kantoran, masuk kantor jam sembilan pulang jam lima.
Pembaca, Tauhid A.
Pernah merasa tidak pede dengan tampilan fisik?
Sering dan saya sebenarnya tampil apa adanya, pake celana jins pake kaos, kadang pake sendal kalau cuma belanja.
Kalau ketemu temen artis yang dandan gitu, saya jadi nggak pede dan malu deh, pakai bajunya biasa-biasa aja.
Atau kalau saat lagi capek banget jadwalnya padat nggak sempat merawat diri nggak pede. Makanya sekarang diusahakan sekali sepadat apapun, saya selalu berusaha untuk merawat kulit, rambut dan tubuh.
Pembaca, Randy Fadila
Kiblat memproduseri apakah akan seperti di Broadway atau di Indonesia?
Yang saya produseri ini adalah sandiwara Betawi. Intinya adalah semua yang bernuansa Betawi. Lagunya babeh Benyamin, tariannya Betawi, dialeknya Betawi, ceritanya juga diambil dari cerita Betawi.
Dan saya membuat sandiwara ini bukan hanya untuk orang teater. Saya berusaha membuat ini untuk bisa dinikmati semua kalangan karena tujuan saya melakukan ini untuk melestarikan seni Betawi khususnya untuk generasi muda.
Saya masukkin fashion show pakai baju Eropa, saya berusaha membuat cerita yang ringan dengan kemasan modern.
Cita-cita saya sandiwara ini bisa dinikmati semua orang.
Pembaca, La Ode Emil Salim
Dimana menemukan waktu tempat dan referensi untuk menjadi produser teater musikal?
Saya ini memang penikmat seni pertunjukan. Saya sering menonton pertunjukan seni, entah puisi, teater, musikalisasi.
Kebetulan juga ada pernah ada kesempatan tampil di beberapa seni pertunjukan. Memang pengetahuan itu tidak cukup, maka saya banyak berkonsultasi pada senior dan ahli seperti Ratna Riantiarno, Yose Rizal Manua dan Ages Ariodwipayana.
Mereka adalah orang-orang seni pertunjukkan yang luar biasa yang memberikan ilmunya pada saya.
Yang terpenting juga adalah bekerjasama dengan Teater Peko yang disutradarai oleh Aji. N.A. Aji ini bisa mengerti visi dan misi saya, bisa tahu tujuan dan konsep saya dan mewujudkannya.
Pembaca, Asrul Maryadi
Kapan lagi nih berperan jadi Zaenab?
Harusnya tanyanya sama Bang Rano Karno karena dia produser dan sutradara.
Tapi, baru minggu lalu saya ditelepon sama Bang Rano untuk kumpul dan coba menghidupkan kembali keluarga Si Doel. Untuk detail dan infonya kita tunggu saja dari Bang Rano langsung aja ya.
Demikian wawancara antara pembaca VIVAnews dengan Maudy Koesnadi. Untuk video wawancara secara lengkap akan ditampilkan kembali dalam waktu mendatang.