Wawancara Pembaca VIVAnews dengan Maudy Koesnaedi
Maudy: Saya Memang Penikmat Seni Teater
Maudy Koesnaedi, memulai debut baru sebagai produser teater Nyai Dasima.
Jum'at, 15 Mei 2009, 14:10 WIB
Maryadie, Mutia Nugraheni
Maudy Koesnaedi (VIVAnews/Gestina.R)

VIVAnews - Maudy Koesnaedi, memulai debut baru sebagai produser teater Nyai Dasima, sebuah sandiwara musikal dari tanah Betawi.

Kepada pembaca VIVAnews, pemeran Zaenab dalam serial Si Doel Anak Sekolahan ini membuka lebar pintu pertanyaan terkait debut baru dan perjalanan karirnya.

Cukup banyak pembaca yang mengirim pertanyaan melalui email khusus Maudy, namun ada beberapa yang dipilih untuk dijawab. Sebagian pertanyaan dikirimkan dengan bahasa Perancis dan Inggris.

Maudy meminta maaf jika ada email yang tidak bisa dibacakan dan dijawab.

Berikut petikan wawancara antara pembaca VIVAnews dengan Maudy Koesnadi, yang dibacakan dan dijawab langsung oleh pemenang Abang None Jakarta tahun 1993 ini.

Pembaca, Sukmono Rihawanto

Bagaimana komentar Anda seputar reputasi pekerjaan yang selalu berkaitan dengan gosip?


Sebenarnya kalau gosip kan diberitakan secara buruk. Tetapi kalau berita  kan semua orang butuh berita, artis butuh berita buat pekerjaannya dan  sebaliknya. Tetapi sebaiknya ada batasan-batasan pribadi.

Pendapat Maudy mengenai karakter presiden yang berikutnya?


Saya berharap presiden yang terpilih nanti sangat mengayomi masyarakat  di tengah persoalan yang sangat berat dan presiden yang punya kasih sayang dengan rakyatnya.

Dan untuk urusan politik, ekonomi kalau memang menteri dan pejabat yang terpilih mengerjakan tugas yang diberikan sebaik-baiknya.

Siapapun yang menjabat presiden pasti negara ini akan berjalan baik karena tidak mungkin menyerahkan beribu persoalan negara ini hanya pada satu orang saja.

Apakah ada masalah dalam pernikahan, bagaimana mengatasinya?


Dalam pernikahan pasti selalu ada masalahnya dan menurut saya masalah  yang ada dalam pernikahan saya adalah masalah yang umum. Dan sejauh ini alhamdulliah, masalahnya masih level satu deh, bukan masalah yang berat.

Karena saya punya suami yang sangat penuh pengertian, sangat penyabar,  sangat terbuka dan memberikan kesempatan untuk saya.

Mungkin karena  suami saya bekerja dalam bidang telekomunikasi jadi komunikasi kami  sangat baik. Jadi kalau ada masalah kita ngobrol untuk saling tahu maunya apa.

Pembaca, Eko Andi K

Kok sudah lama nggak muncul di sinetron ? Sekarang lagi sibuk apa?


Terakhir di sinetron itu tiga tahun lalu dan panik banget karena syutingnya  kejar tayang.

Dulu waktu saya masih aktif syuting itu, durasi untuk 60  menit syuting lima hari, dan tiga tahun lalu itu, durasi untuk dua jam, syuting harus selesai tiga hari.

Jadi bayangin, udah nggak pulang-pulang dan gak tidur-tidur, dan nggak sehat banget buat saya.

Sekarang si sibuk untuk presenter, masih ada beberapa program untuk  televisi, spoke person untuk "Kerastase Treatment",  duta "Rumah Cantik Citra", masih juga beberpa iklan.

Dan yang paling banyak menyita waktu  dan tenaga, saya sedang mempersiapkan sandiwara musikal "Cinta Dasima".

Nah, "Cinta Dasima" ini, pagelarannya besok hari Sabtu dan Minggu di  Gedung Kesenian Jakarta. Kalau bisa nonton ya.

Apa nggak muncul di sinetron karena tidak diizinkan suami?

Nggak, suami saya mendukung penuh seluruh eksistensi saya di bidang  pekerjaan ini.

Dan setiap saya mengambil pekerjaan saya selalu kulonuwun  dulu sama suami saya, minta izin.

Kalau dapat izin kerja, kalau gak  dapet izin ya gak papa, menurut sama suami.

Pembaca, Mayor Anam.

Apakah Maudy terpikir untuk terjun ke kancah politik?


Tidak untuk politik, pusing nggak ngerti, nggak tahu mesti gimana, saya cukup senang melihat politikus Indonesia aja. Dan kalau untuk terjun kayaknya nggak mampu, belum punya pengalaman juga untuk itu.


Pembaca, Wiki W.

Kapan pulang ke Kuningan lagi? Bisa ceritakan bagaimana perjuangan  wanita asal Kuningan bisa sukses seperti sekarang ?

Sebetulnya sebelum sibuk jadi produser ini, saya pulang ku ke Kuningan. Sempat syuting di objek wisatanya, Waduk Darma, Grage, aduh enak deh.

Nanti pulang lagi ke Kuningan rencananya awal Juni karena akan ada acara  bersama Pemda dan tokoh agama Islam.

Memang saya berasal dari Kuningan tetapi saya lahir dan besar  di Jakarta. Jadi mungkin kesempatannya lebih terbuka luas.

Menurut saya  semua wanita itu berhak punnya kesempata yang sama untuk berkarir sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya.

Tapi memang harusnya tidak  boleh meninggalkan kodratnya sebagai perempuan. Dan sukses itu bukan selalu menjadi artis loh.

Pembaca, Kukuh Widodo

Ceritakan kesuksesan Anda di dunia hiburan?


Kesuksesan saya di dunia hiburan tidak lepas dari kesempatan yang  diberikan Rano Karno, mengajak saya sebagai Zaenab di "Si Doel Anak Sekolahan 2" tahun 94.

Tidak punya gambaran sama sekali untuk bisa  terjun ke dunia entertaiment tiba-tiba masuk ke si Doel yang ratingnya  saat itu 68. Dan akhirnya, terbukalah pintu kesempatan untuk saya  berkarir di bidang entertaiment ini. 

Saya sangat bersyukur di beri  kesempatan ini, padahal dulu inginnya menjadi wanita karir, bekerja di dunai advertising, pekerja kantoran, masuk kantor jam sembilan pulang jam lima.

Pembaca, Tauhid A.

Pernah merasa tidak pede dengan tampilan fisik?


Sering dan saya sebenarnya tampil apa adanya, pake celana jins pake  kaos, kadang pake sendal kalau cuma belanja.

Kalau ketemu temen artis  yang dandan gitu, saya jadi nggak pede dan malu deh, pakai bajunya  biasa-biasa aja.

Atau kalau saat lagi capek banget jadwalnya padat nggak sempat merawat diri  nggak pede. Makanya sekarang diusahakan sekali  sepadat apapun, saya selalu berusaha untuk merawat kulit, rambut dan tubuh.

Pembaca, Randy Fadila

Kiblat memproduseri apakah akan seperti di Broadway atau di Indonesia?


Yang saya produseri ini adalah sandiwara Betawi. Intinya adalah semua  yang bernuansa Betawi. Lagunya babeh Benyamin, tariannya Betawi, dialeknya Betawi, ceritanya juga diambil dari cerita Betawi.

Dan saya  membuat sandiwara ini bukan hanya untuk orang teater. Saya berusaha  membuat ini untuk bisa dinikmati semua kalangan karena tujuan saya melakukan ini untuk melestarikan seni Betawi khususnya untuk generasi  muda.

Saya masukkin fashion show pakai baju Eropa, saya berusaha membuat  cerita yang ringan dengan kemasan modern.

Cita-cita saya sandiwara ini  bisa dinikmati semua orang.

Pembaca, La Ode Emil Salim

Dimana menemukan waktu tempat dan referensi untuk menjadi produser teater  musikal?


Saya ini memang penikmat seni pertunjukan. Saya sering menonton  pertunjukan seni, entah puisi, teater, musikalisasi.

Kebetulan juga ada  pernah ada kesempatan tampil di beberapa seni pertunjukan. Memang  pengetahuan itu tidak cukup, maka saya banyak berkonsultasi pada senior  dan ahli seperti Ratna Riantiarno, Yose Rizal Manua dan Ages Ariodwipayana.

Mereka  adalah orang-orang seni pertunjukkan yang luar biasa yang  memberikan ilmunya pada saya.

Yang terpenting juga  adalah bekerjasama  dengan Teater Peko yang disutradarai oleh Aji. N.A. Aji ini bisa mengerti visi dan misi saya, bisa tahu tujuan dan konsep saya dan  mewujudkannya.

Pembaca, Asrul Maryadi

Kapan lagi nih berperan jadi Zaenab?


Harusnya tanyanya sama Bang Rano Karno karena dia produser dan sutradara.

Tapi, baru minggu lalu saya ditelepon sama Bang Rano untuk kumpul dan coba menghidupkan kembali keluarga Si Doel. Untuk detail dan infonya kita tunggu saja dari Bang Rano langsung aja ya.

Demikian wawancara antara pembaca VIVAnews dengan Maudy Koesnadi. Untuk video wawancara secara lengkap akan ditampilkan kembali dalam waktu mendatang.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.