VIVAnews - Berkaitan dengan masuknya film "Jamila dan Sang Presiden", Atiqah Hasiloan sebagai pemeran utama dalam film tersebut mengambil sikap go with the flow alias santai.
Bagi putri Ratna Sarumpaet ini yang terpenting adalah bisa menghasilkan karya dan tidak terlalu memikirkan apakah lolos dalam nominasi ajang penghargaan Oscar untuk kategori Foreign Language.
“Pengumuman apakah Jamila dan Sang Presiden lolos proses nominasi dalam Piala Oscar baru awal tahun depan. Untuk masalah optimis ya optimis tapi saya lebih berpikiran santai, kalo dapat ya syukur kalau nggak dapat pun juga syukur," tutur Atiqah yang juga main film "Rumah Maida".
Bagi Atiqah yang lebih penting dari kontes penghargaan tersebut adalah totalitasnya dalam menggeluti seni film. “Pokoknya yang penting saya sebagai pekerja seni harus berprestasi dan berkarya, “ tuturnya kepada VIVAnews di Pasar Windujenar, Solo saat break syuting gala sinema FTV, Minggu, 27 Desember 2009.
Film Jamila dan Sang Presiden adalah film yang diproduksi pada
pertengahan tahun 2009. Film ini disutradari oleh Ratna Sarumpaet yang juga ibunda dari Atiqah. Untuk membuat film ini, Ratna Sarumpaet melakukan observasi ke beberapa daerah seperti Solo.
Jamila dan Sang Presiden dibintangi oleh Christine Hakim, Atiqah
Hasiholan, Fauzi Baadila dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan perempuan dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul "Pelacur dan Sang Presiden".
Film ini meski tidak meledak di pasaran, tetapi cukup memiliki prestasi dalam tataran internasional. Prestasi yang pernah diraih oleh "Jamila dan Sang Presiden" salah satunya adalah, NETPAC Award pada Festival Asiatica Film Mediale yang berlangsung di Roma.
Laporan: Fajar Sodiq