MUI melihat film itu sebagai hiburan fiksi yang terbangun dari imajinasi pembuatnya.
|
|
Film '2012' |
|
VIVAnews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum menemukan penyimpangan atas tayangan film '2012'. MUI tak akan menarik peredaran film yang bercerita tentang kiamat itu.
"Kami belum memberikan keputusan apa-apa, belum menemukan penyimpangannya," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin, kepada VIVAnews, Jumat, 20 November 2009.
Sejauh ini, MUI melihat film itu sebagai hiburan fiksi yang terbangun dari imajinasi pembuatnya. Film itu murni tontonan, bukan tuntutan. Sebab itu, MUI tak menghiraukan desakan dari sejumlah daerah untuk mengharamkan film itu.
Jawaban itu sekaligus meredam rumor yang berkembang di masyarakat belakangan ini, bahwa MUI akan menarik peredaran film tersebut. "Tapi kami akan tetap memonitor untuk melihat unsur yang dapat menyesatkan aqidah," ujarnya.
Melalui film berjudul '2012', sutradara Hollywood, Roland Emmerich, kembali mempopulerkan ramalan bangsa Maya kuno tentang akhir zaman yang jatuh pada 21 Desember 2012. Sang sutradara menafsirkan ramalan bangsa Maya itu sebagai kiamat.
Kemunculan film itu memang menguatkan mitos mengenai kiamat pada 2012. Apalagi beberapa tahun terakhir sebelum kemunculan film itu, sejumlah tulisan ilmiah mengungkap ancaman badai matahari yang berpotensi menghancurkan bumi pada 2012.
Film itu sukses mengeksploitasi ketakutan masyarakat dunia tentang akhir dunia. Bahkan, badan antariksa Amerika atau NASA mengaku mendapat ribuan surat elektronik yang mempertanyakan logika ilmiah tentang akhir penanggalan kalender bangsa Maya.
Ilmuwan NASA, David Morrison, mengatakan, tidak ada hal buruk yang akan menimpa bumi pada 2012. Semua tulisan yang menyatakan kiamat akan terjadi pada 2012 hanyalah cerita bohong. "Saya memang tak punya hak untuk melarang film itu, tapi saya harap, masyarakat dunia mampu membedakan antara bualan Hollywood dan kenyataan," ujar David.
• VIVAnews