MUI Jatim: Film 2012 Ditarik Saja
"Jam, tanggal, bulan, dan tahun, tidak ada manusia yang tahu. Itu mutlak rahasia Allah."
Senin, 16 November 2009, 21:59 WIB
Ita Lismawati F. Malau

VIVAnews - Pemutaran film berjudul '2012' di sejumlah bioskop Jawa Timur (Jatim) mulai menuai kritik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang, misalnya, sudah memberikan Thausiyah (himbauan) agar umat Islam tidak melihat film tersebut.

Film ini dibintangi John Cusack, Danny Glover dan Chiwetel Ejiofor, yang bercerita tentang hancurnya Planet Bumi pada tahun 2012 sesuai ramalan Suku Maya di Amerika Selatan.

Menurut MUI Jatim, penayangan film 2012 yang disutradarai Roland Emmerich memicu keresahan masyarakat. “Kiamat itu soal ghoib. Umat Islam memang wajib percaya adanya hari kiamat. Tapi soal jam, tanggal, bulan, dan tahun, tidak ada manusia yang tahu. Itu mutlak rahasia Allah SWT,” kata Ketua MUI Jatim, Abdussomad Buchori, Senin 16 November 2009.

Meski mengaku belum sempat menonton, ia menilai film yang bercerita tentang ramalan hari kiamat akan menyesatkan jika tidak dikemas dalam kerangka agama.

Jika itu diteruskan, kata dia, akan berdampak negatif dan memunculkan keresahan. "Keresahan itu diantaranya, membuat masyarakat yang meyakini akan meninggalkan aktivitas sehari-hari dan menimbulkan gejolak sosial," lanjut Buchori.

Meskipun hanya berupa film fiksi, kekuatannya mampu mempengaruhi opini masyarakat. Buchori menilai kalau sudah diyakini--apalagi tanpa didasari pemahaman Al Qur’an--dipastikan akan merusak akidah.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya

• VIVAnews
Rating
Komentar
mungkin
28/11/2009
mungkin mereka pikir umat muslim bego smua kali ya
Balas
Tresno
22/11/2009
Tuhan : "Gue mo cabut MUI dari peredaran ah, soalnya Gue mo nonton 2012 juga."
Balas
Anakmuda
22/11/2009
lucu sekali..bahkan tokoh paranormal bisa memberi respon yang lebih bijak ketimbang tokoh agama..saya sebagai muslim malu melihat tindakan MUI.. menjudge tanpa mencerna dulu,,2012 bukan ramalan ttg kiamat,lebih seperti penanggalan mnurut referensi yang s
Balas
Gezha
22/11/2009
Film tu hanya tuk hiburan n nambah wawasan kita, tuk ciptain film lebih berkualitas lagi.....lagian kan film tu bagus visual efek na...tergantung manusia2 nya aja lah yang menanggapi gmn....
Balas
Mardiah
20/11/2009
Ah, dasar orang-orang bodoh saja yang melarang peredaran film itu. Apakah mereka sudah mengadakan penelitian mengenai dampak film itu? Padahal dedengkot MUI Jatim itu saja belum menonton. Mereka cuma melihat cuplikan film dan mendengar dari anak buahnya y
Balas
jhon
19/11/2009
Lho koq diharamkan.. bukannya uda byk film2 beginian..contohnya aja knowing ole nicolas cage.bedanya cuma di judul..yg ini 2012.jadinya menyedot perhatian rakyat,gk usah ditarik2 segala lah, koq jadi negara tertutup gini. belajar terbuka lah,justru itu f
Balas
yogatama
19/11/2009
Nonton Dulu, baru komentar .......umat kita sekarang sudah pada dwasa jadi ya biarin aza.
Balas
Muhammad
19/11/2009
HIDUP MUI,HIDUP MUI,HIDUP MUI....!!!!!! Ya HARAM kan saja 2012 itu, HARAM kan juga semua bioskop dan media (selalu ada film dan foto yang bukan2 menurut MUI), HARAM kan juga semua toko pakaian (yang menjual pakaian seksi), HARAM kan juga Airport dan Pelab
Balas
2012 lover
19/11/2009
jgn sok suci lah bpk.Buchori.... saya pikir anda marah krna tdk dapat tiket... Biarlah film tetap berjalan...jangan ditarik lg... Kasian buat org yg pengen nntn Buat yg tidak mau ya tidak usah nntn gitu saja kan gmpg...
Balas
Hendra
19/11/2009
yang menjadi resah karena menonton film ini, menurut saya adalah adalah orang orang yang tidak beriman. namanya film fiksi kok diyakini dan menjadikan diri sendiri resah. daripada memikirkan resah atau tidak, mending nikmati saja film ini.
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau